Postingan

Bayi Tidak Mau Minum Susu Pakai Dot

  Ada sejumlah hal yang bisa membuat bayi menolak minum ASI pakai dot, meski sebenarnya sama-sama ASI. Baru saja disapih dan ingin terus menyusu langsung dari payudara Mama. Belum merasa lapar sehingga belum mau minum ASI. Merasa tidak enak badan. Sedang mengalami  kolik . Digendong dengan posisi yang tidak nyaman saat Mama atau pengasuh memberikannya ASI dalam botol. Tidak menyukai tekstur dot karena berbeda dengan tekstur puting susu ibu. Tidak menyukai suhu atau tekstur susu  ASIP (ASI Perah) .   Bagaimana cara agar bayi mau minum susu pakai dot?  Pilih Dot yang Mirip Puting Sajikan ASIP Masih Hangat Berikan ASIP di Tengah Waktu Tidur Koreksi Posisi Bayi saat Menyusu dengan Botol Beri Jeda Waktu Antara Makan dan Memberikan ASI Memberikan ASI dengan Pipet Memberikan ASI dengan Sendok Menggunakan Cangkir     Sumber: https://www.nutriclub.co.id/artikel/tumbuh-kembang/4-6-bulan/saat-bayi-tidak-mau-pakai-dot

Demam Berdarah Dengue

Gambar
  DEMAM BERDARAH DENGUE Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Virus Dengue (DENV) serotipe 1-4 yang ditransmisikan oleh nyamuk Aedes aegpty. Virus ini memiliki 4 serotipe yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3 dan DENV-4. Manusia akan terinfeksi setelah diinfeksi oleh nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus DENV.   Virus dengue dapat menyebabkan dua tipe infeksi yaitu infeksi primer dan infeksi sekunder. Infeksi primer dapat muncul sebagai demam akut atau disebut demam dengue yang akan dinetralisir dalam tujuh hari oleh respon imun. Sedangkan infeksi sekunder cenderung akan lebih berat dan akan mengakibatkan demam berdarah dengue (DBD) atau sindrom renjatan dengue (SRD).   Manifestasi Klinis Manifestasi klinis infeksi dengue bervariasi mulai dari asimptomatik hingga manifestasi berat yang menyebabkan kematian. Kasus simptomatik dapat dibedakan menjadi beberapa klasifikasi diantaranya adalah undifferentiated febrile illness (UF), Demam De...

Tetanus pada anak

  Pendahuluan Tetanus merupakan masalah kesehatan yang terjadi di negara-negara dunia ketiga terutama zona khatulistiwa. Upaya terus-menerus dalam 30 tahun terakhir dengan mengembangkan sistem Kesehatan dan imunisasi dapat menurunkan angka kejadian tetanus. Peningkatan cakupan imunisasi dari 30 menjadi 86% dapat menurunkan kejadian tetanus dari 118 menjadi 13,5 ribu. Namun angka kematian akibat tetanus dinegara-negara kawasan ini masih tinggi pada bayi dan anak usia muda.   Etiologi dan Patogenesis Clostridium tetani merupakan bakteri Gram positif, pembentuk spora bakteri yang tumbuh dan sangat anaerobik juga termasuk mikroorganisme oportunistik. Agen penyebab tetanus dapat hidup di usus manusia dan hewan tanpa membahayakan pembawa, dan masuk ke lingkungan luar bersama feses. Faktor penularannya adalah tanah, spora yang tersebar terutama di daerah yang beriklim hangat dan lembab sehingga kelompok risiko mencakup anak-anak yang tinggal di pedesaan, penduduk kota yang...

TATALAKSANA HENOCH SCHONLEIN PURPURA

PENDAHULUAN Henoch-Schonlein purpura (HSP) adalah vaskulitis leukositoklastik pembuluh darah kecil diperantarai oleh imunoglobulin A (IgA) terutama menyerang kulit, sendi, ginjal dan gastrointestinal. Manifestasi klinis utama HSP adalah purpura tanpa trombositopenia, dengan distribusi bilateral pada kedua ekstremitas bawah, nyeri abdomen, perdarahan gastrointestinal, artritis atau artralgia, hematuria atau proteinuria. 1 , 2      Insidensi HSP pada 25 tahun terakhir dilaporkan mencapai 3 sampai 26,7/100.000 di dunia pada anak, sedangkan pada dewasa insidensi pertahun nya 0.8-1.8/100.000. Hal ini mengindikasikan kejadian HSP pada anak 2–33 kali lebih sering pada anak dibandingkan dewasa. Laporan mengenai insidensi HSP kebanyakan dilakukan berdasarkan data di rumah sakit, karena itu data kejadian HSP yang tidak dirawat di rumah sakit belum diketahui pasti. Penelitian di Taiwan menyebutkan sekitar 60% anak dengan HSP tidak di rawat di Rumah Sakit. 1   ...